Ummat Islam Adalah Benteng Terakhir NKRI

Ummat Islam Adalah Benteng Terakhir NKRI

Partaibulanbintang.com, Jakarta – Ummat Islam Indonesia adalah terbesar di seluruh dunia, saatnya mengambil peran di kancah dunia internasional dan harus lebih mewarnai, paling tidak kasus-kasus dunia internasional melibatkan Ummat Islam di dalamnya Pemerintah Indonesia bisa mengambil perannya. Seperti menimpa Masyarakat Muslim Rohingya Di Miyanmar, serangan udara menimpa Masyarakat Aleppo di Suriah, tekanan terhadap Ummat Islam Aigur di China dan kasus-kasus lainnya. Sebaiknya Pemerintah Indonesia melakukan penengah atau paling tidak bersuara dalam kasus-kasus tersebut.

Belum lama ini pada  411 Aksi Damai Ummat Islam Ke II Ummat Islam dari berbagai provinsi, kabupaten dan kota datang ke Ibukota Negara Jakarta, karena adanya penistaan agama dilakukan Gubernur Petahana Jakarta Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok, di mana Ahok menghina Surat Al Quran Al Maidah 51, saat beliau sebagai Gubernur DKI Jakarta kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu. Pada saat itu Ummat Islam dari berbagai daerah di negeri ini datang ke Jakarta hanya untuk meminta Ahok dijadikan tersangka.

Tetapi, pemerintah dalam hal ini Polri tidak menjadikan Ahok sebagai tersangka maka Ummat Islam berdatangan ke Masjid Istiqlal di Jakarta. Tidak tanggung-tanggung jumlah Ummat Islam saat itu berjumlah 2,3 juta memenuhi Masjid IIstiqlal, Bundaran HI, Istana dan berbagai jalan-jalan protocol di Jakarta dipenuhi ummat Islam dengan memutih sesuai baju dipakai warna putih.

Tidak sampai di situ pada Jum’at 212 Aksi Bela Islam Ke III dipusatkan di Silang Monas, hal sama Ummat Islam datang dari berbagai daerah di  Indonesia bersama-sama berramai-ramai untuk melaksanakan Sholat Jum’at. Ummat Islam meminta ke Kapolri agar Ahok ditahan. Pada 212 di Silang Monas Ummat Islam diprediksi mencapai 6 juta lebih memadati Silang monas, Masjid Istiqlal, Bundaran HI, hingga Jalan Sudirman-Thamrin.

 

“Menurut saya Ummat Islam adalah Benteng Terakhir NKRI, Ummat Islam akan bersama-sama dengan TNI-Polri menjaga kedaulatan NKRI, kalau Ummat Islam tidak solid seperti saat ini entah apa yang terjadi pada negeri tercinta ini,” ujar Ketua Harian DPP Partai Bulan Bintang H. Jamaluddin Karim, SH, M. Hum, Senin (5/11/2016).

Ummat Islam Indonesia saat ini sadar akan adanya intervensi asing ke negeri tercinta ini, karena yang masuk ke negeri ini tidak hanya persoalan politik, ekonomi, tetapi budaya juga sudah disusupi oleh pihak asing dan Ummat Islam merasakan itu. Sebut saja China sudah mulai menganggu kedaulatan kita, dengan banyak tenaga kerja negara ini masuk ke Indonesia, untuk itu Ummat Islam bersama TNI dan Polri harus tetap hati-hati, mawas diri akan adanya negara lain mengganggu Kedaulatan NKRI.

Untuk itu Pemerintah dan Komisi I DPR RI harus satu pemikiran untuk meningkatkan Anggaran TNI, karena dengan diperkuat atau ditambahnya Anggaran TNI tentu TNI lebih fokus dalam menjaga NKRI, tetapi harus diingat Rakyat Indonesia mayoritas adalah Ummat Islam akan tetap bersama TNI-Polri, akan merapatkan syaf ketika ada negara lain ingin coba-coba mengganggu negeri tercinta ini yaitu NKRI, bagi TNI-Polri dan Ummat Islam NKRI adalah harga mati.(pbb.dbnews.lud)    

 

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply