JeKa : Empat Anak HMI dan Ahok Tidak Ada Bedanya, Perlakuan Hukum Itu Harus Sama, Tidak Boleh Diskriminatif

JeKa : Empat Anak HMI dan Ahok Tidak Ada Bedanya, Perlakuan Hukum Itu Harus Sama, Tidak Boleh Diskriminatif

 

Partaibulanbintang.com, Jakarta – Ketua Harian Partai Bulan Bintang (PBB) Jamaludin Karim atau yang biasa di panggil JeKa, berpendapat paska Bareskrim Polri telah menetapkan gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan Agama, Polisi beralasan tidak ditahannya Ahok, tidak akan lari, tidak akan menghilangkan barang bukti, tidak akan mengulangi perbuatannya.

JeKa mengatakan, “Polisi beralasan tidak ditahannya ahok, tidak akan lari, tidak akan menghilangkan barang bukti, tidak akan mengulangi perbuatannya, sehingga ahok tidak ditahan, Tapi “tidak mengulangi perbuatannya” ini diragukan, kan kita tahu ahok suka tidak terkontrol ucapannya” tuturnya, Jakarta, Rabu (16/11/2016).

Ia juga menambahkan, “kewenangan ditahan atau tidak itu kewenangan penyidik (subjektif), tapi sebagai perbandingan kenapa anak-anak HMI langsung ditangkap, tengah malam lagi, perlakuan hukum itu harus sama, tidak boleh diskriminatif,” tegasnya.

Dengan di jadikannya tersangka 4 orang anak HMI, yang langsung ditangkap dan di tahan, menurutnya tidak ada bedanya, jadi mestinya mereka juga dilepas, kan sama saja dimata hukum, sama-sama warga negara,“Kalo mereka (anak HMI) tetap ditahan ya ahok juga harus ditahan, menegakkan keadilan tidak boleh tebang pilih.” kata JeKa.

JeKa sependapat dengan Prof Mahfud MD,” mereka juga mau lari kemana, mereka Mahasiswa barang bukti kan sudah ditangan polisi, mereka dibina dan diawasi agar tidak mengulangi perbuatannya, lebih mudah dibandingkan ahok, potensi mengulangi perbuatannya khan lebih besar, bahkan bisa buat gaduh dengan nyanyi kesana kemari,” jelasnya.(pbb.lud)

 

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply