Lima Cara Rasullullah Menyusun Taktik Dan Strategi Perang

Lima Cara Rasullullah Menyusun Taktik Dan Strategi Perang

“Indahnya Berbagi”

Nabi Muhammad SAW di zamannya adalah panglima perang yang tagguh dan berani. Dalam sejarah Islam, sekian banyak perang terjadi dan Nabi memimpin langsung sebagai panglima perang.

Namun penting dicatat bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah memulai peperangan. Beliau tidak pernah berniat menyakiti siapa pun. Nabi senantiasa mengingatkan agar umat manusia memilih Tuhan Yang Maha Esa, menikmati kedamaian dan kesejahteraan di bawah hukum dan petunjung Sang Pencipta.

Namun sejarah mencatat kaum kafir memilih cara-cara agresif untuk menghancurkan keyakinan dan kehidupan Muhammad dan umatnya. Muhammad senantiasa ingin melindungi keyakinannya dari serangan orang-orang kafir. Inilah tujuan utama strategi perang Muhammad yang disarikan dari Ensiklopedi Muhammad: Muhammad Sebagai Pemimpin Militer.

  1. Berdamai

Nabi Muhammad berusaha sebaik mungkin memilih jalan damai. Dia bisa melakukannya melalui jalur diplomasi, adu argumentasi, tukar pikiran dan selalu mengimbau umatnya untuk selalu berpikir positif kepada kaum Quraisy, Yahudi dan suku-suku lainnya. Beliau hanya mengajak mereka menyembah dan menaati Allah demi kebaikan bersama.

  1. Mobilisasi

Ketika semua jalur damai kandas dan musuh-musuhnya mulai melakukan operasi militer, Nabi pun memobilisasi seluruh kekuatan sumber daya, baik kekuatan pasukan, kematangan strategi perang maupun dukungan logistik. Tujuannya untuk menggagalkan serangan militer musuh.

Aksi tersebut dilakukan dengan tetap memerhatikan strategi agar jumlah korban yang jatuh di kedua belah pihak dapt ditekan seminimal mungkin.

  1. Membaca Kondisi

Dalam banyak peperangan Nabi merumuskan strategi militer dengan sangat baik berdasarkan kemampuannya membaca kondisi geografis. Selain itu juga bisa menghitung kekuatan, mobilitas, semangat juang dan titik lemah strategi musuh. Strategi perangnya diputuskan setelah beliau membuat penilaian terhadap seluruh faktor  yang menentukan kesuksesan operasi militer.

  1. Serangan Kejutan

Rasulullah sangat memerhatikan pentingnya efek psikologis serangan kejutan. Demikian pula dengan kerahasiaan gerakan, kecepatan dan mobilitas kekuatan dalam pertempuran. Beliau mengirim patroli pengintai dan patroli tempur khusus ke sekeliling area pertempuran dan wilayah-wilayah strategis lainnya.

Pasukan inteligen pun dibentuk untuk mendapatkan rencana rahasia musuh. Nabi juga membentuk pasukan khusus yang menjalankan tugas-tugas rahasia. Pergerakan pasukan khusus ini juga tidak sekadar mencari informasi namun juga dilatih melakukan serangan tiba-tiba.

Dengan strategi ini, Rasulullah bisa menghemat biaya operasi militer sekaligus meminimalisasi yang jatuh di kedua belah pihak. Patroli kerap dilakukan untuk menangkap musuh dengan tiba-tiba. Langkah ini bisa membuatnya menggandeng musuh untuk berdamai tanpa harus terlibat pertempuran.

Jika mereka mencoba melarikan diri, pasukan Muslim diperintahkan tidak melakukan pengejaran. Karena tujuan perang bukan untuk membunuh melainkan  untuk menghancurkan dan menghambat perlawanan mereka terhadap kaum Mukmim.

  1. Blokade Ekonomi

Muhammad juga melalukan blokade ekonomi kepada kaum kafir Quraisy agar mereka bisa diajak menempuh jalur damai. Untuk menghindari pertumpahan darah, para kepala suku dan pimpinan militer musuh dan memusuhi Islam dan menyesatkan rakyatnya terlebih dulu dibunuh oleh unit komando khusus. Sementara seluruh suku warga tersebut dibebaskan.

Muhammad umumnya sukses mengoptimalkan seluruh elemen strategi perangnya dalam menghadapi musuh. Diapun jarang memberi kesempatan kepada musuh untuk melakukan serangan balik terhadapnya. Beliau selalu merahasiakan rencana serangannya dan tak pernah membiarkan musuh mengetahui strateginya hingga pertempuran berlangsung.

 

 

Sumber: KHAZANAH/pbb/ld

Minggu, 06/11/2016

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply